Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Rumah Tanpa Atap

Di sudut kota, diantara ruang tertutup yang berderet rapi di tepian jalan. Angin malam meniupkan lembut hidupnya pada gadis repas yang telungkup dengan kardus bekas dari pemulung tadi siang. Matanya terpejam, namun jiwanya pergi menelisik mencari sesuatu yang hilang. Tubuhnya yang ringkih saling memeluk, menutupi luka yang terlampau lebam dimakan waktu. Gadis itu membuka mata, tersenyum melihat pemandangan di depannya. Gemerlap pertokoan yang masih enggan mengakhiri hari, beberapa ambisius yang masih terjaga dengan kendaraan beroda mereka, sampai beberapa pemabuk yang terlihat girang di ujung jalan. Tangannya meraba saku celana, berusaha menemukan kawan setianya. Tapi nihil, tidak tersisa apapun disana, hanya beberapa butir asa yang tertinggal. "Mencari ini, nona?" Gadis itu menoleh pada pria yang kini menyodorkan sebungkus sampoerna . Tidak, itu bukan kawan setia yang ia cari. Tapi mungkin, sampoerna bisa menjadi kawan baru bagi nasibnya yang tidak sempurna. "Karun, ji...